Beranda Jak-Lifestyle Rekomendasi Cafe Hits di Jakarta Selatan 2026: Dari Senopati sampai Kemang

Rekomendasi Cafe Hits di Jakarta Selatan 2026: Dari Senopati sampai Kemang

10
Rekomendasi Cafe Hits di Jakarta Selatan 2026: Dari Senopati sampai Kemang

Jak Buzz – Jakarta Selatan hampir selalu jadi jawaban kalau bicara soal tempat nongkrong yang “hidup”. Dari Senopati, Gunawarman, Blok M, sampai Kemang, pilihan cafe hits di Jakarta Selatan makin beragam dengan kisaran harga kopi Rp35.000–Rp60.000 dan menu brunch rata-rata Rp70.000–Rp150.000 per porsi.

Di 2026, tren work from cafe (WFC) dan weekend brunch masih kuat, terutama di kalangan profesional muda dan anak kantor yang butuh tempat meeting santai atau sekadar rehat dari rutinitas.

Cafe bukan lagi sekadar tempat ngopi. Di Jakarta Selatan, ia sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban.

Senopati & Gunawarman: Elegan, Rapi, dan Penuh Meeting Santai

Kalau bicara cafe hits di Jakarta Selatan, kawasan Senopati dan Gunawarman hampir selalu masuk daftar teratas. Area ini dikenal dengan interior minimalis-modern, banyak jendela besar, dan crowd yang rapi kombinasi anak startup, eksekutif muda, sampai socialites.

Harga kopi di sini umumnya mulai Rp40.000 ke atas, sementara menu brunch seperti eggs benedict atau pasta berada di kisaran Rp90.000–Rp160.000. Datang di atas jam 11 siang pada weekday, Anda akan melihat meja-meja dipenuhi laptop dan diskusi serius yang terlihat santai.

Waktu terbaik datang? Pagi hari sebelum jam 10 atau sore menjelang malam. Weekend siang hampir pasti waiting list.

Kenapa kawasan ini tetap relevan? Lokasinya dekat SCBD dan pusat perkantoran, parkir relatif lebih tertata, dan ambience terasa “naik kelas” tanpa terlalu formal. Dibanding Kemang yang lebih santai dan artsy, Senopati cenderung lebih polished.

Blok M & Dharmawangsa: Anak Kreatif dan Komunitas

Beberapa tahun terakhir, Blok M kembali jadi magnet. Banyak cafe hits di Jakarta Selatan bermunculan di gang-gang kecil sekitar Melawai dan Dharmawangsa. Konsepnya lebih kasual, industrial, kadang quirky.

Harga minuman relatif sedikit lebih ramah, mulai dari Rp30.000–Rp50.000 untuk kopi dan non-coffee. Menu makanan ringan berkisar Rp50.000–Rp100.000. Tempat-tempat ini sering jadi titik kumpul komunitas kreatif, event kecil, sampai live music akustik.

Yang menarik, crowd di Blok M terasa lebih beragam. Ada mahasiswa, freelancer, sampai pekerja kantoran yang sengaja menyeberang dari Sudirman hanya untuk suasananya. Datang sore menjelang malam memberi vibe yang berbeda—lebih ramai, lebih sosial.

Insight kecil yang sering luput: banyak cafe di area ini justru lebih nyaman untuk ngobrol lama karena tidak terlalu “menekan” untuk cepat berganti tamu, berbeda dengan beberapa spot premium yang cenderung cepat penuh.

Kemang: Santai, Internasional, dan Lebih Personal

Kemang punya karakter berbeda. Lebih santai, lebih hijau, dan terasa internasional. Sejak lama kawasan ini dikenal sebagai rumah bagi ekspatriat, dan itu tercermin dalam pilihan cafe dan restoran yang beragam.

Harga makanan dan minuman di Kemang cukup variatif, tapi untuk cafe hits di Jakarta Selatan area ini, kopi rata-rata Rp35.000–Rp55.000 dan menu makan utama bisa mencapai Rp120.000–Rp180.000. Banyak tempat menyediakan area outdoor yang nyaman, cocok untuk sore hari.

Kemang lebih cocok untuk long catch-up dibanding meeting formal. Weekend brunch di sini bisa berlangsung berjam-jam. Namun perlu dicatat, akses dan kemacetan masih jadi pertimbangan, terutama Sabtu malam.

Dibanding Senopati yang lebih “corporate chic”, Kemang terasa lebih personal dan laid-back.

Mengapa Cafe Hits di Jakarta Selatan Terus Tumbuh?

Pertama, demografi. Jakarta Selatan dihuni oleh banyak profesional muda dengan daya beli stabil. Pengeluaran Rp100.000–Rp200.000 untuk nongkrong bukan lagi hal luar biasa, melainkan bagian dari social spending bulanan.

Kedua, infrastruktur. Akses MRT di area seperti Blok M dan kedekatan dengan pusat bisnis membuat mobilitas relatif mudah.

Ketiga, budaya kerja hybrid. Banyak kantor kini menerapkan sistem fleksibel, sehingga cafe menjadi alternatif ruang kerja kedua. Inilah alasan kenapa banyak tempat menyediakan colokan, WiFi stabil, dan meja komunal panjang.

Keempat, faktor visual. Di era media sosial, interior estetik tetap menjadi daya tarik. Namun tren 2026 menunjukkan pergeseran: bukan hanya instagramable, tapi juga nyaman dan fungsional.

Tips Memilih Cafe Hits di Jakarta Selatan

Jika tujuan Anda WFC, pilih tempat dengan meja cukup besar dan pencahayaan natural. Hindari jam makan siang di weekday jika ingin suasana lebih tenang.

Untuk sekadar hangout, sore hari menjelang malam biasanya memberi suasana terbaik tidak terlalu panas, tidak terlalu padat.

Dan satu hal yang sering diabaikan: cek area parkir atau akses transportasi umum. Jakarta Selatan tetap Jakarta akses menentukan pengalaman.

Penutup

Cafe hits di Jakarta Selatan bukan sekadar tren sesaat. Ia menjadi cerminan gaya hidup urban: dinamis, sosial, dan fleksibel.

Dari Senopati yang rapi dan premium, Blok M yang kreatif, hingga Kemang yang santai dan internasional, masing-masing kawasan menawarkan pengalaman berbeda sesuai kebutuhan dan mood.

Temukan rekomendasi tempat nongkrong lainnya di berbagai sudut Jakarta hanya di kanal Lifestyle jakbuzz.com untuk melihat bagaimana setiap area membentuk karakter gaya hidup kotanya.