Jak Buzz – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab angin kencang yang belakangan ini melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Fenomena cuaca ekstrem ini terjadi karena kondisi atmosfer yang memasuki puncak musim hujan di bagian barat Indonesia, termasuk Jabodetabek.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kombinasi antara hujan lebat, pembentukan awan konvektif, dan perbedaan tekanan udara menjadi faktor utama pemicu angin kuat di ibu kota.
“Puncak musim hujan, Desember adalah periode puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia. Kombinasi hujan lebat, awan konvektif, dan perbedaan tekanan udara dapat memicu angin kencang,” ujar Guswanto kepada wartawan.
BMKG mencatat bahwa dinamika atmosfer yang kuat telah meningkatkan kecepatan angin di lapisan bawah udara hingga berdampak langsung ke permukaan, terutama saat hujan deras disertai petir. Kondisi ini diperkirakan sudah berlangsung sejak pertengahan bulan.
Fenomena angin kencang yang terjadi di Jakarta telah menimbulkan dampak nyata bagi warga. Beberapa titik di ibu kota melaporkan pohon tumbang, mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Selain itu, nelayan di pesisir Jakarta Utara memilih menunda pergi melaut karena gelombang tinggi yang dipicu angin kencang.
BMKG memperkirakan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sekitar 21 Desember 2025.
Meskipun intensitas angin diperkirakan akan menurun setelah pertengahan Desember, potensi hujan deras dan angin lokal diperkirakan tetap terjadi hingga akhir bulan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko hidrometeorologis seperti pohon tumbang, genangan air, serta gangguan aktivitas sehari-hari.





