Beranda Jak-Finance Penerimaan Pajak Januari 2026 Tembus Rp 116,2 Triliun, Sinyal Positif Ekonomi Nasional

Penerimaan Pajak Januari 2026 Tembus Rp 116,2 Triliun, Sinyal Positif Ekonomi Nasional

4
Penerimaan Pajak Januari 2026 Tembus Rp 116,2 Triliun, Sinyal Positif Ekonomi Nasional
Penerimaan Pajak Januari 2026 Tembus Rp 116,2 Triliun, Sinyal Positif Ekonomi Nasional

Jakarta | Jak Buzz – Mengawali kalender fiskal tahun ini, data Penerimaan Pajak Januari 2026 mencatatkan raport hijau yang signifikan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mengumumkan bahwa kas negara telah menerima setoran pajak sebesar Rp 116,2 triliun hanya dalam kurun waktu satu bulan pertama.

Pencapaian ini menandai pertumbuhan neto sebesar 30,7% jika dibandingkan dengan Januari 2025.

Kenaikan tajam ini menjadi angin segar bagi pemerintah yang menargetkan akselerasi pembangunan infrastruktur dan penguatan jaring pengaman sosial sepanjang tahun 2026.

Konsumsi Domestik: Tulang Punggung Pendapatan Negara

Analisis mendalam terhadap struktur Penerimaan Pajak Januari 2026 menunjukkan bahwa sektor konsumsi tetap menjadi mesin utama penggerak ekonomi.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatatkan pertumbuhan neto yang fantastis, yakni sebesar 83,9% atau setara dengan Rp 45,3 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN KiTA menjelaskan bahwa angka ini adalah cermin dari daya beli masyarakat yang tetap kuat.

“Selama transaksi berjalan di pasar, swalayan, hingga platform digital, PPN akan terus mengalir. Ini adalah bukti bahwa roda ekonomi kita tidak sedang melambat,” tegasnya.

Performa PPh Badan vs Tantangan PPh Orang Pribadi

Di sisi lain, sektor korporasi turut menyumbang tren positif. PPh Badan tumbuh 37,0% dengan nilai Rp 5,7 triliun.

Hal ini mengindikasikan bahwa banyak perusahaan di Indonesia berhasil mencatatkan profitabilitas yang lebih baik di awal tahun 2026 dibandingkan periode transisi tahun sebelumnya.

Namun, pemerintah tetap memberikan catatan evaluasi pada beberapa pos yang mengalami kontraksi. PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 mengalami penurunan sebesar 20,4% (Rp 13,1 triliun).

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh dinamika penyesuaian struktur gaji atau perubahan pola pelaporan pajak individu di awal tahun. Selain itu, PPh Final dan pasal lainnya juga menyusut sekitar 11,0%.

Strategi Mencapai Target APBN 2026

Dengan realisasi sebesar 4,9% dari total target tahunan, perjalanan menuju target akhir tahun masih panjang. Tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan kebijakan suku bunga internasional tetap membayangi.

Namun, dengan fondasi Penerimaan Pajak Januari 2026 yang solid, Kemenkeu optimistis dapat menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Pemerintah berencana untuk terus memperkuat sistem administrasi perpajakan berbasis digital (Core Tax System) guna meminimalisir kebocoran dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara sukarela di bulan-bulan mendatang.