Beranda Jak-News Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII: Proyek Strategis Sambut HUT ke-500 Jakarta

Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII: Proyek Strategis Sambut HUT ke-500 Jakarta

1
Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII: Proyek Strategis Sambut HUT ke-500 Jakarta
Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII: Proyek Strategis Sambut HUT ke-500 Jakarta

JAKARTA – Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Langkah ambisius ini diambil bukan tanpa alasan.

Selain untuk mempercantik aset daerah, proyek ini merupakan bagian dari persiapan besar menyambut peringatan sejarah 500 tahun Kota Jakarta pada tahun 2027 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta ini telah mendapatkan lampu hijau.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan matang dalam rapat terbatas yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (24/2).

“Untuk anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi,” ujar Pramono usai rapat tersebut, seperti dikutip Jak Buzz dari Beritajakarta.id.

Transformasi Tanpa Membebani APBD

Salah satu poin krusial dalam proyek Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta ini adalah model pembiayaannya yang inovatif.

Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya yang bergantung pada pajak rakyat, proyek ini mengusung konsep “Zero APBD”.

Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan dana dari Kompensasi Lantai Bangunan (KLB) sebagai sumber pendanaan utama.

Strategi ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan aset dan anggaran daerah.

Dengan menggunakan dana KLB, program-program sosial dan pelayanan publik lainnya di Jakarta tidak akan terganggu oleh biaya renovasi besar ini.

“Semuanya adalah dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD,” tegas Pramono, sebagaimana dikutip Jak Buzz dari Beritajakarta.id.

Detail Anggaran dan Tahapan Pengerjaan

Target total investasi untuk Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta ini mencapai angka Rp50 miliar. Anggaran tersebut akan dikucurkan secara bertahap guna memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga dan sesuai dengan standar estetika Jakarta modern.

  1. Tahap Pertama (Rp25 Miliar): Fokus pada perbaikan struktur utama, pembenahan area lanskap, dan pembersihan saluran air di sekitar kawasan TMII.
  2. Tahap Kedua (Rp25 Miliar): Fokus pada interior, penambahan teknologi interaktif (seperti augmented reality sejarah Jakarta), dan fasilitas kenyamanan pengunjung.

Mengapa Revitalisasi Ini Penting?

Sebagai miniatur ibu kota, Anjungan DKI Jakarta di TMII harus mampu mencerminkan identitas Jakarta sebagai kota global yang cerdas (smart city).

Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi pusat edukasi bagi pelajar dan wisatawan yang ingin mengenal kebudayaan Betawi dan perkembangan Jakarta secara ringkas.

Melalui Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta, pemerintah ingin memastikan bahwa pengunjung tidak hanya sekadar melihat bangunan fisik, tetapi merasakan pengalaman digital dan fisik yang menyatu.

Hal ini sejalan dengan visi transformasi kota Jakarta yang terus berkembang menjadi pusat bisnis dan budaya tingkat internasional.

Dukungan Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Pengerjaan proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi sektor pariwisata. Dengan wajah baru yang lebih modern dan fotogenik, tingkat kunjungan ke Anjungan Jakarta diprediksi akan meningkat tajam.

Hal ini tentunya akan memberikan peluang bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif yang berada di lingkungan TMII.

Selain itu, kesiapan fisik anjungan menyambut usia ke-500 tahun menjadi simbol bahwa Jakarta siap menatap masa depan meskipun status ibu kota negara akan berpindah.

Jakarta akan tetap menjadi pusat gravitasi ekonomi dan budaya Indonesia.