Jak Buzz – Menjelang pergantian tahun 2026, sejumlah kuliner tradisional kembali mencuri perhatian wisatawan, khususnya keluarga yang menghabiskan libur akhir tahun di berbagai daerah.
Ikan Kuah Kuning tercatat sebagai salah satu hidangan paling diminati saat perayaan Natal 2025, terutama di kawasan Indonesia Timur.
Sajian berbahan dasar ikan dengan kuah rempah segar ini dinilai cocok disantap bersama keluarga karena rasanya yang gurih dan menyegarkan.
Di Yogyakarta, kuliner legendaris seperti gudeg dan angkringan tetap menjadi primadona. Wisatawan yang menghabiskan libur Nataru di Kota Pelajar itu juga menunjukkan minat terhadap oleh-oleh alternatif selain bakpia, seperti olahan cokelat lokal dan kopi Merapi yang kini semakin populer.
Sementara itu, kawasan lereng Gunung Lawu menawarkan pengalaman bersantap dengan panorama alam eksotis yang menjadikannya destinasi favorit keluarga selama libur Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah agenda kuliner turut digelar untuk memeriahkan akhir tahun, di antaranya District Taste Festival 2025 yang berlangsung di Living Plaza Jababeka pada 8–28 Desember 2025, menghadirkan beragam tenant kuliner pilihan.
Selain itu, Jelajah Kuliner Indonesia baru saja menuntaskan roadshow di Medan pada pertengahan Desember 2025 dengan melibatkan lebih dari 200 tenant dan menyajikan sekitar 1.000 menu halal dari berbagai daerah di Nusantara.
Di Bandung, kawasan Cibadak Night Culinary tetap menjadi magnet wisata kuliner malam. Sajian khas seperti soto Bandung, martabak, dan bola ubi legendaris ramai diburu wisatawan yang merayakan malam pergantian tahun di Kota Kembang.
Dari sisi inovasi, pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong kuliner Nusantara agar mampu bersaing di pasar global.
Program seperti “Rendang Goes to Europe” terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan citra masakan Indonesia di kancah internasional menjelang akhir 2025.
Di dalam negeri, tren makanan viral seperti ayam goreng dengan beragam kreasi serta matcha latte diperkirakan masih akan diminati hingga memasuki 2026.
Wisatawan yang berlibur juga disarankan mencicipi kuliner khas daerah setempat, seperti sei sapi atau rujak cireng, yang kini banyak dikemas secara modern tanpa meninggalkan cita rasa autentiknya.





